Panas kemarau membuatku tertatih berjalan menyelusuri jalan berdebu. kerumunan pedagang kaki lima di sepanjang KZ Abidin hanya bisa membuatku menelan ludah. menahan dalam-dalam keinginan yang telah lam terpendam.3 hari tanpa nasi. aku mencoba mencarinya.,mencari dengan tenaga dan pikiranku., tapi tak kutemukan di mana pun, tak di sudut trotoar, tak juga di toko-toko, di lapau nasi, ataupun pada kotak pengemisku.
aku ingin mencari nasi, nasi yang bisa membuatku damai, tanpa harus ketakutan di kejar masa, tanpa harus menjual nama Emak yang tak jua bisa beranjak dari kasur kardusnya.
aku ingin belikan emak Nasi.......
suara burung walet melengking, seolah mengejekku yang terbaring lemas di antara anak-anak jalanan., aku menengadah pada langit, warna hari tak lagi cerah, tapi tetap indah. seindah mata emak. tapi itu dulu.. 2 tahun yang lalu
"Ujang.......... belajarlah baik-baik, sholat janganlah tinggal. SUpaya Allah tak melupakanmu,, Supaya Allah sayang padamu" ujar Emak saat menidurkanku..
aku sudah melakukannya Mak, lebih dari yang emak katakan., aku sudah menghadapNya 5 kali, aku sudah menahan lambungku, aku sudah menabung untuk kuberikan pada yang lain, aku sudah mengingatNya di setiap desah nafasku.,
tapi sekarang Ia dimana??????????? Ia tak terlihat dimanapun.. bahkan di saat Emak jatuh pingsan, tak bisa bergerak, Ia tak ada mau menolong kiya...
Pada saat itu pula aku mulai melupakaNYa, seiring kau dilupakanNya,, tak ada lantunan NamaNya , saat kau pun tak lagi bercerita kala ku terlelap.. Busyiit.. aku akan menyemabh-nyembahNya , karena semua tak ada yang berbeda ,, semuanya sama saja Mak,....
"Ujang... doakan Emak,, emak sakit Jang." semburat bayang Emak melintasi renunganku
" Emak,,,, jangan tinggalin Ujang Mak......"
"Oy Jang... bangun sebentar lagi adzan"
Astagfirullah,, maafkan aku ya Allah yang berusaha melupakan Mu.......
(Ria M.Fasha)
Cia Yo AllAhu AkbAr :-)
Senin, Maret 24, 2008
MaafkAN Mimpiku
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar