jam brapa YacH!1

Senin, Maret 24, 2008

RefLeksi maUlid Nabi..


perputaran roda sang waktu telah mengantarkan kita di mana Agama bukalah suatu hal yang sakral dan urgent dalam kehidupan,. Agama hanyalah sebuah kata, tak elak dari sebuah kata yang biasa menempel di KTP, Surat Tanda Nikah, ataupun Surat-Surat Resmi yang memerlukan identitas agama sebagai syarat, sekali lagi hanya sebuah syarat untuk tinggal di negeri ini
semua tak ambil pesuli untuk apakah agama Islam ini disampaikan oleh Muhammad SAW ke seluruh penjuru umat manusia, yang kita tahu hanyalah kita dilahirkan sari Bapak Ibuyang notabennya seorang muslim,
betapa terpuruknya moral bangsa yang disebut-sebut sebagai nNegeri yang memiliki persentase Umat Islam terbanyak, jika disetiap antero jalanan terpampang indah pamflet-pamflet wanita setengah telanjang yang tak tahu malunya memamerkan bentuk tubuhnya, adakah ini dinamakan Negeri dengan umat Muslim terbanyak???
tanyalah kepada diri kita sendiri, karena kitalah yang mengetahui jawabannya, tak ada yang perlu disalahkan, salahkan lah diri kita sendiri, yang tak pernah mau ambil perduli dengan risalah yang disampaikan Muhammad SAW ini. mungkin hanya segelintir dari kita yang mau ambil pusing dengan semua ini, adakah keikhlasan kita ketika jungkir balik melaksanakan sholat, adakah terbesit sedikit di memori kita, bahwa perintah sholat yang di jembut Muhammad SAW ini, tidaklah sebanding dengan kenikmatan yang kita rasakan di seantero Langit dan Bumi.
menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW marilah kita coba merefleksi diri menjadi lebih baik..Cia Yo AllAhu AkbAr :-)

Menteladani rasuluLLah (MEmimPin DenGAn CIntA)
Sejarah menunjukkan, pemimpin besar yang namanya terukir dengan tinta emas adalah mereka yang memimpin rakyatnya dengan cinta kasih, bukan mengandalkan kekuatan senjata dan bukan pula yang hanya mengejar materi dan popularitas untuk kepentingan kelompoknya. Figur-figur historis semacam Musa, Yesus, Muhammad, Gautama, dan Gandhi--yang telah berjasa membangun peradaban dunia dan memiliki pengikut yang setia dari masa ke masa--adalah contoh pemimpin yang memiliki hati yang dipenuhi rasa cinta terhadap Tuhan dan rakyat mereka, sehingga tak ada lagi ruang untuk berpikir mengumpulkan kekayaan untuk diri mereka.

Dalam istilah manajemen, karakter kepemimpinan mereka termasuk kategori leadership from within, yaitu kepemimpinan yang mengandalkan kekuatan pribadi dan cinta, sehingga yang muncul keinginan untuk berbagi dan selalu ingin memberi agar orang lain berkembang. Dengan istilah lain, pemimpin yang otentik adalah mereka yang memiliki kepribadian melimpah (abundant personality), yang siap miskin dan siap sakit demi kemenangan dan kesejahteraan rakyat.

Memang, terlalu ideal untuk bisa mencontoh bagaimana kesederhanaan hidup Nabi Muhammad SAW sekalipun beliau berhasil secara gemilang membangun kekuasaan politik dan peradaban yang pengaruhnya tak pernah surut sepanjang sejarahnya. Tetapi, sosok ideal bukan berarti sebuah utopia. Buktinya kita dapat menemukan sosok pemimpin dunia yang gaya hidupnya amat sederhana, namun kaya hati, kaya gagasan, dan kaya keteladanan.

Rasanya para pemimpin dan kita semua perlu membiasakan diri untuk melakukan perenungan, meditasi, mengambil jarak psikologis dari budaya komentar dan hiruk pikuk retorika politik yang penuh nuansa persaingan dan kebencian antara kelompok yang satu dengan yang lain. Kita malu dengan para pejuang dan pendiri bangsa ini yang telah rela mengorbankan kesenangan materi demi kemerdekaan dan martabat bangsa.

Mereka berjuang dalam kancah diplomasi dunia, sementara yang lain keluar masuk penjara, belum lagi yang mengambil jalan gerilya. Semuanya itu masih segar dalam ingatan sejarah kita. Namun, ketika mata dan perhatian kita hadapkan pada aktor politik yang tengah berlaga sekarang ini, yang katanya tengah mengemban amanat reformasi, yang segera muncul adalah rasa kecewa, lelah, dan bahkan muak menyaksikan rendahnya komitmen moral dan keringnya rasa cinta terhadap bangsa dan rakyat. Alih-alih berkorban untuk rakyat, yang terjadi adalah mengorbankan rakyat dan lawan politik untuk keselamatan diri.

Sebuah gerakan kebudayaan akan memiliki daya tahan dan konsisten kalau para pelakunya memiliki kejelasan visi, integritas, komitmen, dan metode yang tepat untuk melakukan aksi-aksi nyata yang berkelanjutan. Mengapa Yesus, Nabi Muhammad, dan pemimpin besar dunia lain berhasil menggubah sejarah, karena mereka memiliki kriteria di atas. Para pengikutnya setia bukan karena insentif materi yang dijanjikan, tapi karena ketulusan hati sang pemimpin dan kebenaran serta kejelasan visi yang diembannya.

Pemimpin yang di dalam dirinya bertemu kekuatan cinta, kebenaran, dan keterampilan berkomunikasi akan sanggup menggerakkan rakyat untuk melakukan perubahan besar dalam sejarah. Andaikan dada Nabi Muhammad dibelah, kata para sahabatnya, maka yang ada hanyalah cinta. Ke mana pun pergi, yang keluar adalah aura cinta--baik yang keluar melalui tutur kata, tindakan, dan pikiran. "Ya, Tuhan. Kasihanilah, tunjukilah, dan ampunilah kaumku yang bodoh dan sesat itu, karena mereka memang belum terbuka hatinya untuk menerima cahaya-Mu," demikian Nabi Muhammad selalu berdoa untuk para musuhnya sekalipun.

Doa itu bukanlah retorika belaka. Ibarat seorang dokter, Nabi Muhammad bersikap tegas untuk menjaga kesehatan masyarakatnya dari berbagai penyakit sosial. Maka, beliau sangat tegas dalam penegakan hukum, keadilan, dan terus-menerus melakukan pencerahan melalui pendidikan. Juga hukuman keras bagi mereka yang korup, tidak mau membayar zakat, dan menumpuk kekayaan sehingga harta tidak produktif. Prinsip-prinsip ini merupakan doktrin Nabi Muhammad untuk menjaga kesehatan sosial dan membangun peradaban.

Beliau sangat keras terhadap kelompok kuffar, yaitu mereka yang mengetahui kebenaran, tetapi malah melawan karena dominasi egonya. Adapun terhadap orang "kafir" (covered), yang kekafirannya itu karena belum tahu tentang kebenaran Islam, baik karena faktor pengetahuan maupun jarak geografis, sikap Nabi Muhammad sangat simpatik dan bersahabat. Planet bumi yang satu ini, dihuni oleh warga manusia dengan ragam bahasa, warna kulit, budaya, dan agama. Itu merupakan desain Tuhan sendiri. Jadi, siapa yang menentang pluralitas agama dan sosial-antropologis ini sama halnya dengan menentang kehendak Tuhan.

"Cintailah penduduk bumi, maka (Tuhan) yang di langit akan mencintaimu," begitu nasihat Nabi Muhammad. Ibarat sumur, kalau selalu ditimba, airnya akan selalu jernih dan orang di sekitarnya akan berterima kasih. Tetapi, kalau tidak pernah ditimba dan dialirkan, airnya akan keruh, menjadi sarang penyakit. Demikian Nabi Muhammad memberi kiasan bagi sebuah pribadi yang sehat, khususnya bagi para pemimpin.

Karenanya, sekalipun beliau telah wafat, ajaran dan getaran cinta kasihnya selalu dirasakan oleh mereka yang memasang mata dan telinga hatinya untuk menampung limpahan berkahnya. Sayang sekali, wajah teduh penuh kasih Nabi Muhammad telah dirusak citranya oleh mereka yang mengaku memperjuangkan ajarannya, namun penuh keberingasan, kebencian, dan permusuhan atas nama Islam.
Cia Yo AllAhu AkbAr :-)

MaafkAN Mimpiku

Panas kemarau membuatku tertatih berjalan menyelusuri jalan berdebu. kerumunan pedagang kaki lima di sepanjang KZ Abidin hanya bisa membuatku menelan ludah. menahan dalam-dalam keinginan yang telah lam terpendam.3 hari tanpa nasi. aku mencoba mencarinya.,mencari dengan tenaga dan pikiranku., tapi tak kutemukan di mana pun, tak di sudut trotoar, tak juga di toko-toko, di lapau nasi, ataupun pada kotak pengemisku.
aku ingin mencari nasi, nasi yang bisa membuatku damai, tanpa harus ketakutan di kejar masa, tanpa harus menjual nama Emak yang tak jua bisa beranjak dari kasur kardusnya.
aku ingin belikan emak Nasi.......
suara burung walet melengking, seolah mengejekku yang terbaring lemas di antara anak-anak jalanan., aku menengadah pada langit, warna hari tak lagi cerah, tapi tetap indah. seindah mata emak. tapi itu dulu.. 2 tahun yang lalu
"Ujang.......... belajarlah baik-baik, sholat janganlah tinggal. SUpaya Allah tak melupakanmu,, Supaya Allah sayang padamu" ujar Emak saat menidurkanku..
aku sudah melakukannya Mak, lebih dari yang emak katakan., aku sudah menghadapNya 5 kali, aku sudah menahan lambungku, aku sudah menabung untuk kuberikan pada yang lain, aku sudah mengingatNya di setiap desah nafasku.,
tapi sekarang Ia dimana??????????? Ia tak terlihat dimanapun.. bahkan di saat Emak jatuh pingsan, tak bisa bergerak, Ia tak ada mau menolong kiya...
Pada saat itu pula aku mulai melupakaNYa, seiring kau dilupakanNya,, tak ada lantunan NamaNya , saat kau pun tak lagi bercerita kala ku terlelap.. Busyiit.. aku akan menyemabh-nyembahNya , karena semua tak ada yang berbeda ,, semuanya sama saja Mak,....

"Ujang... doakan Emak,, emak sakit Jang." semburat bayang Emak melintasi renunganku
" Emak,,,, jangan tinggalin Ujang Mak......"

"Oy Jang... bangun sebentar lagi adzan"
Astagfirullah,, maafkan aku ya Allah yang berusaha melupakan Mu.......
(Ria M.Fasha)
Cia Yo AllAhu AkbAr :-)

Selasa, Maret 18, 2008

MauLiD Nabi MuhAMmAd SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW terkadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد، مولد النبي‎), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Sejarah

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak, pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.

Perayaan di Indonesia

Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Perayaan di luar negeri

Sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Muslim Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan muslim Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq.

Perbedaan pendapat

Kaum ulama yang berpaham Salafiyah dan Wahhabi, umumnya tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah Bid'ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya.



Cia Yo AllAhu AkbAr :-)

Minggu, Maret 16, 2008

IkhWan GanTeng PatNer SEJati AkhWat

Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.

Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)

Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.

Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.

Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.

Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri? Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.

Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah!



Ikhwan GANTENG

Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.

(G) Gesit dalam da’wah

Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

(A) Atensi pada jundi

Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

(N) No reason, demi menolong

Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.

(T) Tanggap dengan masalah

Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….” “Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung. Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan. “Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.

(E) Empati

Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”

(N) Nahkoda yang handal

Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.



(G) Gentle

Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.


Penutup
Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..." (QS. An-Nisa':34).

Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Ukhuwah di dunia, dan di akhirat. Amiin. []

PS : Ayo kita budidayakan (memangnya ternak???) ikhwan GANTENG ini. Dan pada pembahasan selanjutnya, dapat dikupas tentang akhwat CANTIK. Nah, untuk ini, biarkan ikhwan yang menulis ^_^

From : website Bengkel Rohani

AkhwaT CaNtik

Akhwat adalah istilah populer –saat ini- untuk menyebut komunitas muslimah berjilbab lebar, berbaju longgar. Walau berasal dari bahasa Arab, tapi menjadi familiar dikalangan pengiat dakwah. Akhwat, bermakna saudara perempuan (plural). Lawan kata dari Ikhwan. Tingginya aktivitas dan luasnya skala dakwah menjadikan akhwat mudah dikenal dengan mobilitasnya. Tentunya dengan baju khasnya, gampang diidentifikasi. Terutama di kampus-kampus yang merupakan lembah persemaian para intelektual muda. Identik juga dengan cap kesholehannya.



Siapa pula yang tidak ingin cantik? Beribu produk kecantikan lahir, ribuan alat penghias diproduksi untuk memanjakan wanita demi “rasa” cantik. Tak hanya didamba para wanita tapi kecantikan juga dipuja pria. Maka lahirlah milyaran puisi, jutaan syair, puluhan ribu lirik lagu melukiskannya. Betapa banyak ksatria rela mati demi kecantikan sang gadis. Kegagahan panglima takluk dalam kelembutan wanita, yang menurutnya cantik.



Akhwat cantik? Menjadi menarik, karena merupakan kombinasi antara kecantikan ragawi dan keindahan ukhrowi. Jika Anda seorang Akhwat, pasti merasa tersipu bahagia jika dikatakan cantik. Cantik menjadi dambaan. Tak ketinggalan pemutih kulit menjadi kosemetik paling populer di kalangan wanita (jika asumsi mainsteamnya, putih itu cantik). Jika Anda seorang ikhwan tentu memimpikan gadis cantik dan sholehah. Kombinasi yang wah. Keujung duniapun dikejar. Virus H2C (harap-harap cinta) bisa menggurita. Terbukti dari data penelitian sebuah Partai Dakwah, di Jakarta mayoritas (hampir 70%) ikhwan memilih menikahi akhwat karena tampilan luar. Para orangtua pun menjadi pihak yang paling repot jika anak gadisnya yang cantik menjadi incaran para pemuda. Maka bayangkanlah Anda menjadi orang tua seorang Akhwat yang cantik. Belum selesai kuliah sudah banyak yang melamar. Malah baru semester II sudah dipesan. Berharap bisa dipersunting orang kaya? Wajar. Cantik sih..



Seorang temen berujar, “Temen Akhwatnya cantik-cantik ya..,” really? Ah.. tetapi cantik itu relatif tiap bagi orang. Abstrak dan subyektif. Yang jelas kecantikan seperti pisau bermata dua. Disatu sisi menyejukan disisi lain melenakan dan menyesatkan. Betapa banyak wanita cantik tapi hatinya busuk, padahal kita kadung mengaguminya. Adalah sangat tidak adil ketika kita berteman, memilah yang cantik dan ganteng saja. Malah teman sejati dan sehati kita malah kebanyakan yang biasa-biasa saja. Tapi kita merasa tenteram. Justru yang cantik malah terlihat angkuh. Kita merasa nyaman bersahabat bukan karena mukanya toh! Saling mengerti dan menyayangi tidak dibangun dari warna kulit. Tapi dibangun dengan hati. Banyak Artis cantik diceraikan oleh suaminya. Tau kenapa? Karena rasa cantik itu telah sirna! Ternyata cantik itu adalah rasa, bukan benda. Kecantikan juga membuat sebagian orang besar kepala. Bisa menundukkan orang lain. Sombong dan berbangga diri. Hingga lupa bahwa dia cuma seonggok daging yang melapisi tulang.



Cantik adalah ujian (fitnah), bukan anugerah seperti yang diploklamirkan orang banyak. Sebagaimana buruk rupa juga ujian. Dan sebagaimana BBS (biasa-biasa saja/ alias cantik engga..jelek juga engga…) juga ujian. Bukankah bagi Allah yang paling mulia adalah yang paling taqwa? Kecantikan hakiki itu dalam diri kita (inside) bukan luar tubuh kita (outside). Mengapa harus risau? Jawabannya, karena mata kita “tukang tipu”. Menyesatkan. Seorang bijak mengatakan “jika ingin matamu tidak tertipu kemilau dunia, jadilah seorang buta”. Maka dalam hal ini, beruntunglah orang-orang yang buta. ^_^Padahal, yang fisik itu sangat dekaden, sangat bergantung pada ukuran waktu; tidak abadi. Kemanusiaannya itu yang abadi, dan ini, yang mestinya menjadi alasan mendasar relasi antara anak manusia , atau antara laki-laki dan perempuan. Akhwat cantik, so what..

KEPERCAYAAN DIRI DAN KESUKSESAN ANDA

KEPERCAYAAN DIRI DAN KESUKSESAN ANDA

Jika Anda sempat membaca brosur penawaran dari workshop di atas, Anda bisa membaca kalimat pertamanya berbunyi demikian:

"Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?"

Jawaban dari pertanyaan itu jelas: "Senang sekalee...!"

Satu hal yang bisa diterjemahkan dari rasa senang itu, adalah bahwa dengan sebuah jaminan "tidak mungkin gagal", Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan apapun tentang diri Anda dan tentang apa yang Anda lakukan. Anda menikmatinya, Anda enjoy menempuh perjalanan. Itulah rasa senang Anda.

Anda bisa senang -- alias bahagia, HANYA JIKA Anda bisa memastikan bahwa arah perjalanan Anda memang sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai hal itu. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai diri Anda sendiri.

Seorang nenek tua yang sebatang kara, dan hidup hanya dari membuat sapu lidi, bisa lebih berbahagia dari pada kita. Itu bisa terjadi HANYA JIKA ia sangat mempercayai apa-apa yang ada di dalam dirinya.

Percaya?
Diri sendiri?

Ya! Itulah yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan karena jaminan tercapainya sukses dan keinginan Anda, adalah tentang rasa percaya diri. Kepercayaan dirilah yang membuat Anda tidak mungkin gagal mencapai apapun yang Anda inginkan. Untuk menghindari kegagalan mencapai keinginan, Anda perlu menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Mulai dari keinginan awal sampai keinginan puncak Anda.

Jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang pemimpin yang berhasil, maka Anda perlu mengetahui bahwa Anda memerlukan rasa percaya diri, agar Anda bisa bertindak dan bergerak dengan efisien dan efektif menuju keinginan puncak Anda. Begitu pula, jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang marketer yang berhasil. Anda juga perlu percaya diri bahwa Anda saat ini memang sedang bergerak ke arah keinginan puncak itu. Inilah yang berlaku untuk APAPUN keinginan puncak Anda.

Untuk apa pun yang Anda inginkan, Anda memerlukan rasa percaya diri. Hanya dengan percaya diri, Anda bisa menikmati perjalanan Anda menuju keinginan puncak Anda, dengan rasa senang dan bahagia.

Persoalannya begini. Rasa percaya diri pada dasarnya adalah sebuah keahlian yang bisa dipelajari. Ia bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari proses belajar terus-menerus. Uniknya, Anda biasanya memperoleh rasa percaya diri dengan proses yang tidak disadari. Itu sebabnya, banyak orang yang mempertanyakan diri sendiri:

"Saya sebenarnya ingin menjadi ..., tapi kok kayaknya mustahil ya?"

Pertanyaan itu mencerminkan rasa percaya diri yang belum optimal, akibat kebiasaan menunggu datangnya rasa percaya diri. Orang ini lupa, bahwa percaya diri memang tidak bisa ditunggu. Percaya diri harus dibangun dengan berbagai kesadaran. Blunder seperti ini mirip dengan gambaran berikut.

Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa seseorang yang berhasil -- karena sukses bisnis, karena jabatan puncak, karena kekayaan melimpah, karena ketenaran sejagat, karena kehebatan selangit, karena keahlian yang luar biasa dan sebagainya, cenderung lebih percaya diri?

Padahal, saat orang itu masih baru datang dari kampung sebagai orang udik yang baru memulai segalanya, jelas sekali ia bukan orang yang penuh percaya diri. Keberhasilannya mencapai berbagai keinginan telah membuatnya menjadi orang yang sangat percaya diri. Bagaimanakah ia bisa mentransformasi dirinya dari kurang percaya diri menjadi sangat percaya diri?

RAHASIA PERCAYA DIRI

Salah satu rahasia dari percaya diri adalah achievement atau pencapaian. Dalam gambaran di atas, jelas sekali bisa dilihat bahwa pencapaian akan meroketkan rasa percaya diri seseorang.

Namun demikian, Anda mungkin akan berkata, "Bukankah untuk mencapai sukses itu juga perlu percaya diri?" Percaya bahwa diri Anda memang bisa sukses dan bahagia? Ya! Memang demikian seharusnya.

Maka, muncullah paradoks yang membingungkan itu.

Anda punya keinginan. Dengan mencapainya, Anda akan lebih percaya diri. Dengan menjadi sukses, Anda akan merasa aman karena jaminan berbagai hal (uang, jabatan, akses, ruang gerak, keamanan, kemapanan, dan sebagainya), yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih mudah dan bahagia.

Lucunya, untuk mencapai semua itu diperlukan juga rasa percaya diri, agar Anda bisa menikmati perjalanan menuju keinginan puncak, dengan rasa senang dan bahagia. Sebab, Anda tentu tidak ingin menunda kebahagiaan Anda. Yang ada, adalah bahagia sekarang, makin bahagia kemudian, dan lebih bahagia lagi dan lebih bahagia lagi.

Di sinilah perlunya, Anda menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Keinginan puncak Anda harus diurutkan lagi menjadi rantai dari berbagai keinginan. Dengan satu per satu mencapai mata rantai keinginan itu, maka Anda telah membangun berbagai achievement, yang pada akhirnya akan bermuara pada achievement puncak Anda. Dengan demikian, Anda akan percaya diri dalam menjalani proses, dan sekaligus percaya diri dalam menikmati tercapainya keinginan. Artinya, Anda akan berbahagia menikmati proses, dan Anda akan berbahagia menikmati hasil.

Sekarang, di manakah letaknya titik awal dari 'rantai keinginan Anda' itu?

Percayalah, mata rantai keinginan yang pertama adalah KEINGINAN UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI!

Kesuksesan akan mendekatkan kebahagiaan. Kesuksesan menciptakan kenyamanan. Kesuksesan akan membuat Anda lebih percaya diri menghadapi dunia dan seisinya. Untuk mencapainya, Anda juga memerlukan rasa percaya diri. Maka, KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRILAH yang pertama kali harus Anda puaskan! Itulah achievement pertama Anda.

Inginkah Anda lebih percaya diri, dengan melihat percaya diri sebagai sebuah konsep dan keahlian, karena ia memang tidak bisa ditunggu begitu saja? Jika Anda memang menginginkannya, marilah kita lihat bagaimana keinginan Anda.

KEINGINAN HARUS DICIPTAKAN SECARA SADAR

Anda dilahirkan untuk dua hal. Menjadi penakluk, atau pihak yang ditaklukkan. Yang manakah yang Anda inginkan?

Jika Anda tidak ingin menjadi penakluk, maka Andalah yang akan ditaklukkan. Anda akan ditaklukkan oleh emosi Anda, oleh ketakutan Anda, oleh rasa ketidaknyamanan Anda, oleh rasa was-was Anda dan oleh berbagai perilaku buruk Anda.

Keinginan, persis seperti otot Anda. Use it or lose it! Semakin sering Anda MELATIH KEINGINAN dengan mengikutinya menjadi tindakan nyata, maka keinginan Anda akan semakin kuat. Demikian seterusnya. Dan jika Anda berhasil memupuknya, maka Anda telah membuka jalan untuk menelusuri rantai keinginan Anda sampai ke puncaknya. Itulah kekuatan keinginan.

Maka, salahlah orang yang mengira bahwa keinginan adalah benda statis yang pasif dan melintas begitu saja. Sebaliknya, keinginan adalah benda hidup yang bisa DICIPTAKAN, DITUMBUHKAN dan DIBESARKAN semaksimal mungkin. Batasnya hanyalah akal dan keterbatasan manusia. Keinginan yang besar ada pada diri setiap orang. Hanya saja, ada yang memilih untuk menghentikannya, atau menganggap itu bukan keinginannya, atau merasa tidak mungkin bisa mencapainya, dan ada pula yang percaya pada keinginannya dan sangat ingin mencapai apa yang diinginkannya.

Keinginan seorang anak TK untuk menjadi dokter, belum merupakan keinginan puncak. Itu keinginan anak-anak. Saat anak itu bertambah usia, keinginan itu akan dibreakdown menjadi keinginan untuk terus sekolah sampai SMU, dan kemudian keinginan untuk kuliah di fakultas kedokteran.

Saat kuliah, keinginan itu sangat mungkin bisa 'gembos' di tengah jalan. Misalnya, karena orangtuanya bangkrut, tidak bisa membiayai lagi, dan dirinya sendiri belum bekerja. Haruskah keinginannya itu dipupuskan? Tidak! Keinginan itu sebenarnya tetap bisa dipertahankan, sehingga keinginan itu tetap bisa dicapai. Jika ia bisa mempertahankan keinginan itu, maka keinginan itu telah menjadi keinginan puncaknya. Setidaknya, sampai ia selesai kuliah. Menjadi dokter, dan mulai MENCIPTAKAN keinginan puncak yang baru, yang lebih tinggi dan lebih besar lagi.

Lantas, bagaimanakah Anda harus melatih keinginan Anda, dari sekedar 'kepengen' alias 'mupeng', menjadi keinginan yang terus tumbuh dan berkembang menjadi keinginan puncak Anda? Bagaimanakah Anda bisa memelihara dan mengobarkan semangat, kemauan dan keinginan Anda?

MELATIH KEINGINAN

Setiap hari Anda dihadapkan pada berbagai pilihan. Waspadalah. Bukan tidak mungkin, Anda telah merasa memilih sesuai keinginan, padahal itu hanyalah selera atau bahkan nafsu yang lebih rendah. Anda harus membedakan keinginan yang positif dan mendukung tercapainya keinginan puncak Anda, dari 'sesuatu' yang hanya merupakan 'keinginan palsu' dan sebenarnya cuma nafsu.

Jika Anda biasa memilih bakso daripada siomay untuk jajan, mengapakah Anda tidak mencoba melatih keinginan dengan lebih sering memilih siomay? Jika Anda biasa menutupnya dengan teh botol, mengapakah tidak mencoba untuk secara sadar memilih es campur? Keluarlah dari kebiasaan yang itu-itu saja. Dobraklah zona kenyamanan Anda. Percayalah, nanti Anda justru akan memperluasnya.

Inilah latihan untuk keinginan Anda. Inilah yang akan MEMPERKUAT keinginan Anda. Inilah yang akan mengantarkan Anda ke puncak keinginan Anda. Inilah yang akan membuat Anda mencapai cita-cita.

Memilih adalah tindakan nyata dari keinginan Anda. Bukan hanya selera atau nafsu, akan tetapi benar-benar KEINGINAN yang Anda CIPTAKAN. Maka, suka atau tidak suka adalah barang yang kurang relevan.

Yang penting adalah, MUNCULKAN keinginan yang tetap berada di rantai keinginan Anda, yang mengarah pada keinginan puncak, lalu lakukan! JUST DO IT!

Ingatlah bahwa ini tidak mudah. Gandhi mengatakan "effort brings discomfort", dan Helmy Yahya mengatakan, "Sukailah apa yang Anda kerjakan, bukan kerjakan apa yang Anda sukai."

Dengan melatih dan membiasakan diri, Anda akan selalu senang dengan pilihan Anda. Meski itu tidak sesuai dengan selera dan nafsu Anda. Dan Anda, tidak akan bisa menjalaninya tanpa memahami dan menelusuri rantai keinginan Anda sendiri.

Anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda tahu apa yang perlu Anda lakukan. Yang jelas, itu semua bukan tentang apa yang Anda tahu, melainkan tentang apa yang Anda lakukan.

MEMPERKUAT KEINGINAN

Chuck Gallozzi memberi 6 tips tentang bagaimana memperkuat keinginan Anda.

1. FOKUS ULANG

Ketahuilah, bahwa di dalam diri setiap orang ada motivasi yang amat besar. Apa yang diperlukan adalah melepaskan motivasi itu dari belenggunya. Untuk bisa membebaskan motivasi itu, Anda perlu mempertahankan fokus. Fokus pada apa? Fokus pada kesenangan, kebahagiaan, atau kenyamanan yang akan Anda dapatkan, jika Anda berhasil mencapai keinginan. Dan bukan sebaliknya, fokus pada upaya dan kerja keras untuk mencapainya. Anda memang tak perlu fokus ke sini, sebab upaya dan kerja keras itu sudah pasti.

2. UBAH PERILAKU

Perilaku yang tepat akan menjadikan Anda lebih efektif dalam menentukan sasaran, dalam memahami dan mengidentifikasi rantai keinginan Anda. Dasar terpenting dari semua perilaku yang tepat, adalah menerima jargon "no pain no gain" sebagai sebuah kenyataan.

3. LATIHAN

Ya. Seperti yang di atas. Latihan akan menciptakan kebiasaan. Kebiasaan akan menciptakan perilaku. Perilaku akan membuka jalan pada tindakan. Dan tindakan, adalah wahana untuk mencapai keinginan.

4. KONVERSI FRUSTRASI MENJADI ENERGI

Muhammad Ali mengatakan, "Hanya orang yang tahu persis rasanya kalahlah, yang akan bisa mencapai dasar jiwanya, dan kembali ke atas dengan kekuatan untuk menang."

Kuncinya, adalah berbagai hal yang positif; positif thinking, positif feeling, positif knowing. Dan segala yang positif, dimulai dengan kekayaan dalam wawasan dan cara pandang.

Ingatlah cara Anda memandang gelas yang hanya berisi air setengahnya, apakah itu berarti:

- Setengah kosong;
- Setengah penuh; atau
- Setengah dari kapasitas, daya tampung atau kemampuannya?

5. ISTIQOMAH ALIAS PERSISTENCE

Anda harus membangun stamina dengan benar; bersyukur jika lancar, bersabar jika tidak lancar.

6. MAU BEKERJA KERAS

Ingatkah Anda akan hukum Inersia? Apa yang diam akan cenderung tetap diam, dan apa yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Mulailah bergerak, maka Anda akan makin bergerak. Gerak Anda akan makin kuat. Keinginan Anda akan makin kuat. Maka Anda akan makin mendekati puncak keinginan Anda.

KESIMPULAN

Kembali ke rantai keinginan Anda. Apapun puncak dari keinginan Anda, itulah yang menjadi ujung dari rantai keinginan Anda. Di situlah sukses dan bahagia yang Anda cita-citakan. Dalam perjalanan untuk mencapainya, Anda juga perlu merasa sukses dan bahagia. Dan keduanya, berdiri di atas fondasi percaya diri. Maka, CIPTAKANLAH mata rantai pertama dari rantai keinginan Anda, yaitu KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRI. Dengan mengikuti keinginan ini, Anda dijamin tetap berjalan di rantai keinginan menuju puncak. Inginkah Anda?

Anda tahu harus bagaimana.Kepercayaan diri dan kesuksesan anda

INI SAGNAT MENRAIK

Menuurt sbeauh penilitean di

Cmabridge Uinervtisy

Tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa

Urtaun hruuf hruuf

Di dlaam sebauh ktaa, ynag palnig

Pnteing

Adlaah leatk hruuf partema dan

terkhair itu bnaer

siasnya dpaat brantaaken saam

skelai dan kmau maish dpaat

mebmacanya

tnpaa msaalah. Hal ini kaerna otak

mansuia tdiak meambca setiap hruuf

masnig masing, tetpai kata

kesleuruahn

Manajkubakn naggak?

Jumat, Maret 14, 2008

Rahasia besar Dari Perintah Wudhu

Syahdan, ketika Junaid al-baghdadi sakit mata, seorang tabib tua mendatanginya. “Jika kamu ingin cepat sembuh, janganlah matamu itu sampai terkena air.” Pesan si tabib kepada Junaid.

Namun, Junaid tak mempercayai nasehat si tabib tua itu. Ketika tabib itu pergi. Ia nekatberwudhu, membasuh mukanya untuk shalat dan kemudian tidur.

Esok harinya, keajaiban pun terjadi. Junaid pun terkejut manakala merasakan keajaiban itu; matanya sembuh dan normal kembali. Belum habis rasa syukurnya, tiba-tiba sebuah suara ghaib terdengar olehnya. “Junaid sembuh matanya karena ia lebih ridha kepada-Ku.”

“Bahkan, seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaanya,”kata suara itu lagi.

Berita sembuhnya mata Junaid pun tersiar. Tak ketinggalan, Tabib tua yang sebelumnya menasehatinya pun segera datang untuk mengobati rasa penasarannya atas penyebab kesembuhan mata Junaid.

“wahai Junaid, apa yang telah engkau lakukan sehingga matamu bisa sembuh,” Tanya si Tabib.

“Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian shalat,” jawab Junaid. Maka, betapa terkejutnya si tabib manakala mendengar jawaban itu. Ia seakan tak percaya, tapi ia tak punya alasan untuk menutup rasa malunya pada Junaid.

Dikabarkan, tabib itu beragama Nasrani, namun setelah melihat peristiwa itu, dia beriman dan masuk Islam. “Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang akan menciptakan obatnya. Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya,” ucapnya.

Demikianlah, wudhu tak hanya berpahala dan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa memancarkan sinar hidayah kepada orang lain. Namun, semua itu tentunya harus benar-benar dilakukan secara ikhlas dan hanya mengharap ridha-Nya

Tips Rambut Berjilbab Tetap Sehat

Kafemuslimah.com

Bagi anda yang sering menutupi rambut dengan jilbab, topi atau sejenisnya kesehatan rambut harus anda perhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata bisa merusak rambut anda. Untuk itu simak tips berikut ini:

1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.

2. Anda suka model kerudung modern. Boleh saja anda mengkreasikan model kerudung anda hingga berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai ya. Semakin tebal kerudung anda, makin sulit rambut anda bernafas.

3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala lembab.

4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi 60 cm.

5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik pilih warna lembut atau putih.

6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambu anda akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas.

(Sumber: www.detik.com)

Kafemuslimah.com

Dunia ini bila suatu hari penuh dengan taw aria maka pada keesokan harinya akan penuh dengan tangisan. Alangkah buruknya negeri dunia ini.

Kunci Kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Kunci Rizki adalah usaha dibarengi dengan istighfar dan taqwa.

Kunci Surga adalah tauhid (syahadat tauhid dan syahadat Rasul).

Kunci Iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua makhluk-Nya.

Kunci Kebaikan adalah jujur.

Kunci Hidupnya Kalbu adalah merenungi Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah di penghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa.

Kunci Ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.

Kunci Kemenangan dan Keberuntungan adalah sabar.

Kunci Kebahagiaan adalah taqwa.

Kunci Menambah Nikmat adalah bersyukur.

Kunci Menginginkan Pahala Alhirat adalah zuhud terhadap duniawi.

Kunci Keberhasilan adalah doa.

i Can DO ThiS

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,….yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta..Perlombaan dimulai…Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil itu akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara : “Oh jalannya terlalu sulittt!!! Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak” atau Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu… kecuali ,mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi…Penonton terus bersorak Terlalu sulitt!!Tak seorangpun akan berhasul!!!” Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah…

Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi… Dia tak akan menyerah! Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak! SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata…

Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!! Kata bijak dari cerita ini adalah : Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negative ataupun pesimis … …karena mereka mengambil sebagian mimpimu dan menjauhkannya darimu.

Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dank au baca bisa mempengaruhi perilakumu. Karena itu: Tetaplah selalu…

POSITIVEC

Dan yang terpenting : Berlakulah TULI jika orang berkata padamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu! Selalu berpikirlah : I can do this!

Kirim pesan ini kepada minimal 5 temanmu. Berikan mereka motivasi!!! Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.

Your attitude doesn’t depend on your aptitude but depend on your attitude so you can make magnetute

Dua Belas Strategi Hidup Tanpa Masalah

Langkah Pertama :

Berkomunikasilah dengan Baik

ü Maksimalkan perhatian positif, dan

ü Minimalkan perhatian negatif

(Hisham Thalib, 1993)

Komunikasi efektif itu prinsipnya simpek, yaitu I’m ok and you are ok. Intinya apa pun yang kita sampaikan didengar orang lain, nggak nyinggung perasaan, bikin nyaman kita sendiri dan orang yang dengerin omongan kita ini.

Langkah Kedua :

Tangani Kekuranganmu

Banyak jenis kelemahan atau kekurangan yang ada pada diri seseorang yang tidak bisa hilang atau dihilangkan. Kekurangan itu tetap ada di sana dan membuat seseorang lemah. Kalau tidak diakui, kelemahan itu makin nyata dan makin menjadi. Mungkin seperti Menara Pisa di Italia yang makin miring dan mudah roboh. Kalau tidak ditangani, menara itu mungkin telah roboh. Tapi orang Italia tahu resiko itu, maka mereka berusaha membuat menara itu tetap berdiri hingga sekarang.

Sama seperti menara Pisa, untuk kita bisa jadi individu yang utuh dan unik yang bisa hidup dengan bahagia dan asyik, semua unsur yang ada dalam diri kita harus kita akui. Kelemahan kita harus kita hadapi.

Langkah Ketiga :

Tumbuhkan Rasa Nyaman

rasa nyaman ini timbul saat kita :

  1. Telah mengetahui kelebihan dan kekurangan kita
  2. Bisa menerima diri kita apa adanya
  3. Bersyukur dan merasa bahagia
  4. Tenang dan bisa menikmati keadaan
  5. Yakin akan tujuan dalam melakukan apa pun
  6. Tahu apa yang hendak kita capai dalam hidup

Langkah Ketiga :

Bertindak Tenang dan Matang

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya ketakwaan mereka bertambah di samping keimanan mereka. Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Mengetahi lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al fath, 48 : 8)

Tips : Cara-Cara Untuk Tetap Tenang

* Ambil napas panjang, tahan lalu embuskan kembali. Lakukan beberapa kali hingga kamu kembali merasa tenang.

* Tahan semua pikiran, berhitung. 1. 2. 3… hingga tak terbatas yang membuat kamu kembali merasa tenang.

* Ubah postur fisikmu. Jika kamu sedang berdiri, duduklah. Jika kamu sedang duduk, berdirilah dan berjalan. Ini akan membuat perhatianmu beralih. Membuat darah mengalir ke otak dan membuat ketegangan menurun.

* Katakan kata-kata bijak pada dirimu sendiri dalam hati, kata-kata yang selalu membuat kamu merasa nyaman.

* Nyanyikan dalam hati lagu-lagu yang membuat kamu merasa riang.

* Tatap mata orang yang membuat kamu tidak nyaman, beberapa detik. Tepat ke matanya. Lalu diam saja. Dia akan tahu kamu terganggu dan merasa malu.

* Tersenyumlah. Gerakan syaraf-syaraf wajah membuat lengkung bibir di wajah kamu akan secara alami mengubah suasana hati. Tahan senyum beberapa saat sambil menghela napas. Kamu akan merasa tenang kembali.

* Ingat Allah ! Dengan mengingat Allah SWT, kita akan merasa tenang. Lantunkan dzikir, bacalah subhanallah, alhamdulillah, laailaahailallah, atau Allahu Akbar. Mengingat keberadaan Allah SWT, yang selalu hadir dan menyayangi akan akan membuat kamu merasa tenang dan nyaman.

Langkah Kelima :

Memperluas Wawasan dan Pengalaman

Langkah Keenam :

Menumbuhkan Sikap Bijaksana

Langkah Ketujuh :

Menumbuhkembangkan Disiplin

Langkah Kedelapan :

Mengembangkan Keikhlasan

Langkah Kesembilan :

Menggunaan Kepekaan

Langkah Kesepuluh :

Menggunakan Kreatifitas

Langkah Kesebelas :

Perbanyaklah Teman

Langkah Keduabelas :

Permudahlah hidupmu

AkhWat Sejati

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang sekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, kecuali pada pasangan hidupnya.

J Akhwat sejati bukanlah hanya dilihat dari suaranya yang mendayu dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Pantang baginya membuka aib saudaranya.

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala berjalan, tapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan. Tak ada pembendaharaan kata- kata cemburu buta dalam kamus hidupnya.

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang di tempat kerja, tetapi dari tatacara menghormati dan menyayangi orang-orang di rumah dan sekitarnya.

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji, tetapi dari kesungguhannya dalam berdoa dan mencintai Allah.

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya air mata yang menitik, tetapi dari tabahnya dia menghadaoi lika-liku kehidupan.

J Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar dan luasnya wawasan tapi dari tingginya ghiroh menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan.

Cia Yo guys, Allahu Akbar C

J Rei _Black ^­_^

30 LaraNGan Bagi WanITa

N Bersanggul

N Bertato, Mencabut Bulu Wajah dan Pangur Gigi

N Keluar Rumah dengan memakai parfum yang menggoda

N Memperlihatkan Perhiasan (Bersolek) di Depan Lelaki Lain

N Menolak Ajakan Suami untuk Tidur Bersama

N Menyebarkan rahasia hubungan suami istri

N Berpuasa Sunnah Tanpa seizing Suami

N Membelanjakan harta suami , kecuali Bila Telah Diizinkan

N Durhaka kepada suaminya

N Meminta cerai kepada Suami Tanpa Sebab

N Mengingkari kebaikan suami

N Bersepi-sepian dengan LElaki lain yang bukan mahramnya

N Bersalaman dengan lelaki lain yang bukan mahramnya

N Menyerupai laki-laki

N Memberitahukan cirri-ciri wanita lain kepada suami

N Memandang aurat wanita lain atau bersentuhan badan dalam satu baju

N Berpergian tanpa disertai mahram

N Keluar rumah tanpa ada keperluan

N Masuk pemandian umum

N Mencakar-cakar tubuhnya dan merobek robek bajunya ketika mendapat musibah

N Meratapi kematian

N Berdandan dan memakai parfum atas meninggalnya seseorang

N Mengantarkan jenazah

N Mendatangi dukun dan peramal

N Menyumpahi anak-anaknya

N Tidak betegur sapa dengan sesama muslim lebih dari tiga hari

N Menganiaya pembantu

N Mengganggu tetangga

N Menyekutukan Allah. Mencuri. Membunuh anak-anak. Dusta. Meratap. Berdandan seperti orang jahiliyah

Nb : kalo ada yang mau ditanyaain kunjungi friendster eke : maguch_black@yahoo.com